Loading...

Sejarah

Sejarah

Perpustakaan merupakan  sistem informasi yang di dalamnya terdapat aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian dan penyajian serta penyebaran  informasi. Perpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang telah dipergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai layanan    jasa lainnya.  Selain itu menurut perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan  terbitan  lainnya menurut   tata   susunan   tertentu   untuk digunakan pembaca,    bukan    untuk dijual.

MTs. Negeri Lawang didirikan pada tanggal 20 Mei 1983 dengan nama Madrasah Tsanawiyah “Al Maarif” Lawang atas prakarsa Bapak H.M.Farchan sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Al Maarif Lawang. Prakarsa ini muncul dengan beberapa alasan diantaranya selain daerah kecamatan Lawang dipandang belum banyak memiliki sekolah formal dengan basis pendidikan agama Islam, juga dalam rangka menampung lulusan Sekolah Dasar Islam (berada satu atap dengan MTs Alma’arif) atau sekolah dasar lain, agar harapan masyarakat yang menginginkan putra putrinya untuk dapat bersekolah dengan menerima pelajaran agama islam secara mendalam dapat tersalurkan. Akhirnya keinginan itu terwujud dengan dibukanya pendaftaran siswa baru MTs Al Maarif Lawang tahun ajaran baru 1983/1984. Alhamdulillah Madrasah Tsanawiyah Al Maarif Lawang dapat berdiri dengan murid tahun pertama berjumlah 24 orang, menempati gedung Sekolah Dasar Islam Jalan Untung Suropati 530 Lawang. Kepala Sekolahnya adalah Drs. Masyhudi Ahmad, Wakil Kepala Sekolah Bapak H.M.Farchan dibantu oleh staf pengajar : Ibu Kus Mardiyah, Bapak Mohammad Su’ud, Bapak N. Chanafi M, Ibu Masyitah, Bapak Iman Aruman, Bapak Rahmat Suyono, Bapak H. Achmad Hadi (Kepala Kelurahan Kec. Lawang), Bapak Mundzir Ma’ruf, BA (Kepala KUA Kec. Lawang), Bapak Achmad Ramelan dan staf Tata Usaha yaitu Ibu Fitriyatul Masruro. Mereka semua dengan ikhlas mengabdikan dirinya bersama-sama demi tegak dan bangunnya Madrasah.

Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana Pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peran yang sangatpenting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah/madrasah. Lebih-lebih jika kita lihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini demikian pesatnya, maka peranan buku sebagai sumber informasi sangat kuat dan mutlak diperlukan di sekolah-sekolah.Perpustakaan sekolah/madrasah sabagai ilmu pengetahuan berperan sangat penting dalam meningkatakan kecerdasan dan meningkatkan pengetahuan para siswa. Perpustakaan sekolah/madrasah harus bisa memainkan peran, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Berkaitan dengan perlunya perpustakaan sekolah untuk mendukung pelaksanaan pendidikan juga terdapat dalam standar nasional pendidikan dalam bagian 11 tentang Tenaga Kependidikan pasal 35 ayat (1). Pada pasal ini dinyatakan bahwa perlunya tenagan perpustakaan untuk semua jenjang pendidikan mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, Paket C, dan lembaga khusus dan keterampilan.

Jika dilihat dari keterangan tersebut, hakikat perpustakaan sekolah/madrasah adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi belajar bagi warga sekolah. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berintraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar. Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan, dimana bersama-sama dengan komponen pendidikan lainnya turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran. Melalui perpustakaan siswa dapat mendidik dirinya secara berkesinambungan.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah menyebar hampir di seluruh bidang tidak terkecuali perputakaan.Perpustakaan sebagai salah satu lembaga/unit/institusi penyedia informasi, maka sudah sepatutnya memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, baik perangkat keras hardware) maupun perangkat lunak (software) dalam mengolah aktivitas penyelenggaraan perpustakaan. Pemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan bertujuan untuk mendukung dan memudahkan pekerjaan pustakawan dan juga pemustaka dalam menggunakan layanan perpustakaan. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan adalah melalui penyediaan sistem informasi perpustakaan. Sistem informasi perpustakaan dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu/terintegrasi, untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasional, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah perpustakaan, fokus sistem informasi perpustakaan adalah untuk mendukung layanan secara efektif bagi pengguna, manajemen pengadaannya, dan secara umum 2 manajemen layanan-layanan yang diberikan oleh perpustakaan dan badan-badan lainnya yang menyelenggarakan akses terhadap koleksi dokumen.

Penggunaan sistem informasi perpustakaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu perpustakaan. Kehadiran sistem informasi telah memudahkan perpustakaan dalam melakukan berbagai macam kegiatan yang menyangkut tugas dan fungsi perpustakaan. Sehingga citra perpustakaan semakin meningkat seiring dengan penerapan-penerapan berbagai sistem informasi tersebut. MTsn 3 malang telah menggunakan aplikasi otomasi perustakaan yang menggunakan server lokalbernama Inlis Lite penggunaan aplikasi ini sudah cukup membantu pustakwan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan pada perpustakaan.